Obligasi Jatuh Tempo Rp 70,57 Triliun

Ekonomi & Bisnis

17 Maret 2010

JAKARTA- Pemerintah akan menghadapi surat utang atau obligasi jatuh tempo sebesar Rp 70,57 triliun di 2010. Surat utang yang akan diterbitkan pemerintah tahun ini sebesar Rp 174,97 triliun.  “Total surat utang pemerintah yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 70,57 triliun,” ujar Kasubdit Pengembangan Syariah Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Langgeng Basuki di Jakarta, Senin (15/3).  Sebelumnya Langgeng menyatakan nilai surat utang pemerintah yang jatuh tempo di 2010 sebesar Rp 104 triliun. Namun dalam klarifikasinya, ia mengakui telah terjadi kesalahan dalam menyebut angka surat utang jatuh tempo pemerintah di 2010. Rencananya, pemerintah akan menerbitkan surat utang sebesar Rp 174,97 triliun, sehingga dana yang akan diterima pemerintah netto sekitar Rp 104,4 triliun.  Menurut Langgeng, nilai penerbitan surat utang pemerintah netto tersebut setara dengan 1,7% dari PDB.  “Defisit APBN tahun 2010 diperkirakan 1,6% dari PDB, sedangkan penerbitan surat utang netto sekitar 1,7% dari PDB,” ujarnya. defisit. Menkeu Sri Mulyani sebelumnya sudah mengatakan, untuk RAPBN 2010 defisit akan dinaikkan menjadi 2,1% dari PDB. Langgeng mengatakan, hingga 11 Maret 2010 pemerintah telah menerbitan surat utang sebesar Rp 59,25 triliun. Untuk mencapai target, pemerintah masih harus menerbitkan surat utang sebesar Rp 115,72 triliun.
“Kami masih memiliki banyak opsi untuk mencapai target penerbitan surat utang tahun ini seperti melalui samurai bond, sukuk dolar dan sebagainya,” ujarnya. Sayangnya ia tidak menyebutkan detil besaran masing-masing surat utang yang akan diterbitkan tahun ini.(J10,dtc-59)

Comments are closed